December 7, 2022

Cara Pola Hidup Sehat Agar Awet Muda

Tips Hidup Sehat Supaya Awet Muda

3 Masalah Yang Sering Dialami SepticTank dan Solusinya

2 min read

3 Permasalahan yang Sering Dialami Septic Tank dan Cara Mengatasinya

 

Kaksdelat.org : Septic tank atau tangki septik merupakan kawasan untuk memuat seluruh air dan limbah dari rumah tangga. Untuk itu, penting menjaga septic tank tetap aman dan berfungsi baik demi menciptakan rumah menjadi anyir. Namun, dilansir dari The Pink Plumber, ada tiga duduk perkara biasa yang kerap terjadi pada septic tank mirip berikut ini.

Mampet

Masalah pertama yang kerap terjadi pada septic tank adalah mampet. Untuk mengtasinya, gunakan pompa tangki biasa. Frekuensi penyedotan septic tank bergantung pada jumlah anggota keluarga dan seberapa sering menggunakan pipa ledeng. Namun, pada umumnya tukang ledeng merekomendasikan untuk menguras septic tank setiap tiga sampai lima tahun.

Retak

Selanjutnya, duduk perkara yang kerap dialami septic tank ialah keretakan. Ini mampu sebab terkena akar pohon di halaman rumah. Akar pohon dapat membuat pondasi dan jalur menuju pintu rumah menjadi retak. Septic tank yang retak mampu menjadikan air limbah bocor ke persediaan air tanah sehingga mencemari sumber air higienis, mmencemari lingkungan, serta berdampak negatif pada kesehatan hewan liar di sekitar rumah Anda.

Bocor

Kebocoran menjadi problem yang umum terjadi pada septic tank, entah itu karena retakan dari akar pohon atau hal lainnya. Jika rumah berumput, salah satu tanda dari septic tank bocor yakni rumput tampakberwarna hijau ajaib dan teksturnya menjadi halus seperti spons. Hal ini alasannya air limbah telah merembes ke halaman rumah.

Cara merawat septic tank Guna menghindari tiga duduk perkara biasa yang terjadi pada septic tank, lakukan perawatan dengan memperhatikan sejumlah hal berikut ini. Pantau pemakaian air Pertama, pantau penggunaan air sehari-hari. Jika sering mencuci pakaian atau piring secara berlebih, dapat mengisi septic tank lebih cepat dari umumnya dan menjadi terlalu penuh.

Jangan buang barang yang sulit diurai

Selanjutnya, jangan membuang barang-barang yang tidak dapat terurai secara hayati ke jalan masuk pembuangan atau toilet mirip tisu dapur, popok, produk atau tisu sanitasi, benang gigi, dan ampas kopi.

Hindari bahan kimia keras Hindari memakai bahan kimia keras dan terlampau banyak detergen. Detergen sering menggunakan bahan berjulukan surfaktan. Bahan ini tidak sesuai dengan air tanah dan banyak septic tank. Bahan kimia lain mirip pembersih terusan pembuanganserta pembersih rumah tangga lainnya dapat turut serta melarutkan pipa dan merusak septic tank.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.