February 4, 2023

Cara Pola Hidup Sehat Agar Awet Muda

Tips Hidup Sehat Supaya Awet Muda

5 Alat Kontrasepsi yang Dapat Mencegah Kehamilan secara Efektif dengan Tingkat Efektivitas hampir atau bahkan Hingga 100%

3 min read

8 Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan Sex

Kehamilan yang tak direncanakan sering terjadi setelah berhubungan seks, baik dengan pengaman, atau tanpa pengaman. Bagi pasangan yang aktif secara seksual tentu harus bijak melakukan berbagai cara mencegah kehamilan tak direncanakan ini. Menggunakan kontrasepsi selama berhubungan seks adalah salah satu cara paling aman untuk mencegah kehamilan.

Tetapi, bbagi sebagian pasangan banyak juga yang memilih untuk tidak menggunakan kontrasepsi sebab berbagai alasan, salah satunya kenyamanan atau demi merasakan sensasi tertentu. Nah, alat kontrasepsi apa saja yang bisa mencegah terjadinya kehamilan? Berikut ulasannya!

1.      Pil KB

Pil KB kombinasi estrogen dan progestin adalah jenis KB oral yang paling umum digunakan sebagai cara mencegah kehamilan dini. Tingkat kegagalan dengan menggunakan KB ini hanya sekitar 9 persen. Pil KB wajib diminum setiap hari untuk mencegah lepasnya sel-sel telur baru dari indung telur. Cara kerjanya adalah dengan menebalkan dinding rahim dan lendir serviks (leher rahim). Kondisi tersebut akan membuat sperma kesulitan berenang menembus leher rahim dan membuahi sel telur.

Dengan demikian, Anda dan pasangan bisa berhubungan intim tanpa takut hamil. Apabila Anda sedang rutin minum antibiotik, maka bicarakan dahulu dengan dokter untuk mendapat rekomendasi metode KB terbaik. Pasalnya, antibiotik dapat mengurangi keampuhan dari pil KB.

2.      KB implan

Penggunaan KB implan adalah cara mencegah kehamilan yang memiliki efektivitas hampir 100 persen. Di mana tingkat kegagalan KB jenis ini diketahui cuma 0,5 persen. Penggunaan KB implan adalah dengan cara dimasukkan ke bawah kulit lengan bagian atas. Implan selanjutnya akan melepaskan hormon progestin. Hormon ini akan mengubah struktur lapisan rahim dan serviks sehingga membuat sperma kesulitan mencapai sel telur.

Bahkan terkadang, KB ini pun menghentikan pelepasan sel telur baru. KB implan diketahui bisa menunda kehamilan dalam waktu tiga hingga empat tahun. Sesudah melewati masa tersebut, Anda harus melakukan penggantian untuk tetap mencegah kehamilan.

3.      KB suntik

Cara kerja dari KB suntik hampir mirip dengan KB implan. Perbedaannya, hormon progestin dimasukkan ke dalam tubuh melalui proses suntik di bawah kulit bokong atau lengan atas.

Efektivitas dari KB ini untuk mencegah kehamilan adalah mencapai 99 persen. KB suntik tersedia dalam dua jenis, yakni:

·         Suntikan KB 1 bulan (Cyclofem atau Mesigyna), dan

·         Suntikan KB 3 bulan (Depo-Provera).

Di samping bisa mengurangi peluang hamil, KB suntik juga bisa menurunkan risiko terjadinya kehamilan ektopik. Di mana kehamilan ektopik adalah kondisi di mana janin tumbuh di luar rahim.

4.      Intrauterine Device (IUD)

Dikutip dari laman Planned Parenthood, IUD memiliki tingkat efektivitas hingga 99,9% untuk mencegah kehamilan. Cara mencegah kehamilan dengan IUD yang juga sering disebut dengan KB spiral ini memiliki jangka pakai selama 3–12 tahun. IUD tembaga bisa mencegah kehamilan selama 10–12 tahun. Sedangkan, IUD hormonal mampu mencegah kehamilan selama 3–5 tahun, tergantung merek yang digunakan. Cara kerja KB IUD adalah dengan mengubah gerak sperma di dalam tubuh wanita.

Alhasil, sperma akan mengalami kesulitan untuk mencapai sel telur. Tetapi, cara ini sebaiknya hanya dilakukan oleh wanita yang pernah melahirkan. Pasalnya, salah satu efek samping IUD ialah pelebaran rahim yang dapat menyebabkan nyeri apabila Anda belum pernah melahirkan melalui vagina.

5.      KB steril untuk wanita

KB steril pada wanita bekerja dengan cara menghentikan turunnya sel telur ke dalam rahim. Terdapat dua jenis sterilisasi yang bisa dilakukan oleh wanita yaitu tubektomi (pemotongan, pengikatan, atau penyegelan untuk menutup tuba falopi) dan histerektomi (pengangkatan rahim). Namun perlu diingat, cara mencegah kehamilan ini adalah bersifat permanen. Sehingga Anda tidak akan bisa memiliki keturunan lagi apabila memilih metode sterilisasi.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.