Mengedukasi Pasar Tentang Aset Crypto dan Risikonya

Aset crypto menjadi salah satu mata uang yang sedang naik daun di dunia trading. Dimana banyak trader yang tertarik berdagang karena nilai tukarnya cukup besar. Untuk berinvestasi pada aset crypto, anda bisa memilih Crypto Investment Platform yang tepat.

Mengedukasi Pasar Tentang Aset Crypto dan Risikonya

Dalam mengedukasi pasar tentang aset crypto dan risikonya, perlu dijelaskan secara terperinci mengenai apa itu aset crypto, cara kerjanya serta risikonya. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak pembahasannya berikut ini.

Mengenal Aset Crypto

Aset crypto merupakan aset yang berbentuk mata uang digital, dimana aset yang dimaksud tidak berwujud nyata. Hingga sekarang, mata uang crypo menjadi alat pembayaran yang tidak resmi karena sebagian besar negara-negara di dunia masih meragukannya.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena mata uang crypto sendiri memiliki resiko yang cukup besar. Walaupun begitu, masih banyak trader yang tetap percaya bahwa berinvestasi aset crypto sangat menguntungkan bila dilakukan secara hati-hati.

Cara Beli Aset Crypto

Cara membeli aset crypto merupakan salah satu cara untuk mengedukasi pasar tentang aset crypto dan risikonya. Sebagai gambaran bagaimana membeli aset crypto, berikut contoh cara membelinya melalui situs Binomo.

  1. Masuk ke situs Binomo, kemudian registrasikan akun anda menggunakan email aktif.
  2. Jika sudah, anda bisa memverifikasi akun anda melalui email yang masuk.
  3. Lalu anda bisa mulai melakukan setoran awal dengan minimal deposit Rp140.000,-.
  4. Kemudian anda bisa langsung melakukan pembelian aset crypto di situs Binomo.

Risiko Investasi Aset Crypto

Berinvestasi pada aset crypto sebenarnya memiliki risiko yang cukup besar, terutama pada Bitcoin Investment Platform. Baik dari sisi transaksinya, hingga penyimpanan asetnya yang perlu keamanan ekstra. Berikut beberapa risikonya.

  1. Risiko kredit, dimana dana yang digunakan investor untuk berinvestasi pada aset crypto umumnya berasal dari pinjaman kredit lembaga keuangan baik bank ataupun sejenisnya.
  2. Risiko pasar, dimana valuasi susah dilakukan akibat dari adanya munculnya volatilitas harga aset. Akan tetapi dalam transaksinya tidak ada transaksi yang bersifat underlying.
  3. Risiko disintermediasi, dimana pembiayaan di sektor riil menjadi menurun karena masyarakat lebih banyak meningkatkan transaksinya pada investasi aset crypto.

Itulah beberapa hal penting dalam mengedukasi pasar tentang aset crypto dan risikonya. Sebelum berinvestasi pada aset crypto, sebaiknya anda perlu memahami keuntungan dan risiko yang akan terjadi di masa yang akan datang.