Metode Medis Atasi Kanker Melanoma

atasi kanker melanoma

Kanker melanoma merupakan jenis kanker yang cukup mematikan dibandingkan jenis kanker kulit lain. Prognosis dari jenis kanker ini sekitar 90% pada stadium awal. Lebih rendah dari jenis kanker kulit lain. Tetapi pada stadium awal, ada sejumlah metode medis yang dianggap efektif atasi kanker melanoma. Dan ini yang akan menjadi topik bahasan kita pada kesempatan ini.

Pendekatan Dalam Mengatasi Melanoma

Perlu dipahami bahwa sebagian besar kanker melanoma terbentuk di permukaan kulit. Kewaspadaan lebih akan mempercepat kita menyadari keberadaan massa kanker sejak dini. Jadi sebenarnya, dibandingkan jenis kanker lain tingkat keberhasilan penyembuhan dari kanker melanoma relatif tinggi. Meski pada stadium lanjut prognosis drop hingga kisaran 30%.

Kanker melanoma terbentuk dari sel sel melanosit yang berfungsi membentuk senyawa melanin. Senyawa yang bertanggung jawab melindungi kulit dari kerusakan dengan membentuk pigmen gelap pada kulit. Justru proses penggelapan ini adalah cara alami tubuh melindungi kulit dari efek kerusakan.

Hanya saja, pada beberapa orang proses kerusakan terjadi lebih masif, seperti pada mereka yang kerap melakukan penghitaman kulit dengan Tanning, atau kerap berjemur dibawah sinar matahari.

Mereka yang dengan sengaja mengenakan perawatan kulit yang menghambat pembentukan melanin. Kulit yang tidak mendapatkan cukup melanin akan lebih mudah rusak dan pada jangka panjang membentuk sel sel abnormal seperti kanker melanoma. Hal semacam ini juga dapat terjadi pada mereka yang secara alami tidak memproduksi cukup melanin, seperti pemiliki gen albino atau mereka dengan jenis kulit pucat dan rambut pirang.

Yang menarik, sebagian besar kanker melanoma terbentuk di permukaan kulit. Massa kanker lebih mudah untuk diatasi pada stadium awal. Cara atasi kanker melanoma dilakukan dengan memberikan sejumlah tindakan intensif pada massa kanker. Dengan tujuan mematikan sel kanker tanpa menyentuh sel sehat di sekitarnya.

Terapi Yang Diterapkan Atasi Kanker Melanoma

Sebagaimana dijelaskan dalam Melanoma Treatment menurut National Cancer Institute tahun 2019, dan merujuk dari gambaran di atas, berikut adalah sejumlah metode terapi medis yang lazim diterapkan untuk atasi kanker melanoma

Secara sederhana, terapi untuk atasi kanker melanoma berpusat pada dua metode. Yakni metode kemoterapi dan metode radiasi atau radioterapi. Kemoterapi dan radioterapi pada umumnya diterapkan dengan terpisah. Namun dalam sejumlah kasus dapat pula dilakukan bersamaan.

Kemoterapi dilakukan dengan pemberian obat khusus yang bersifat antigen terhadap sel kanker  melanoma. Sedang radioterapi adalah penerapan radiasi pada tingkat tertentu pada sel kanker. Radiasi dipercaya akan melemahkan sel kanker sekaligus akan membunuhnya.

Tetapi dalam penerapannya, berikut adalah sejumlah metode yang lazim diberikan untuk atasi kanker melanoma.

Terapi Biological

Terapi biological ini diterapkan dengan memahami terlebih dulu karakter dari sampel sel kanker yang sebelumnya telah diambil dalam metode biopsi. Kemudian memahami bagaimana membentuk antigen atau sistem imunitas yang tepat yang lebih efektif melemahkan pertahanan dari sel kanker. Terapi ini dilakukan dengan memberikan stimulator yang akan membangkitkan produksi antigen. Biasanya terapi ini belum efektif mematikan kanker, hingga lazim dipadukan dengan metode terapi lain.

Terapi tertarget

Terapi tertarget adalah metode kemoterapi yang dilakukan dengan pendekatan lebih spesifik. Setelah sebelumnya diawali dengan uji kimia terhadap sampel sel kanker, hingga ditemukan jenis senyawa kimia khusus apa yang akan melemahkan dan mematikan sel kanker secara spesifik. Biasanya dilakukan dengan membaca karakter protein dari sel kanker. Sehingga kemoterapi akan bekerja lebih efektif menyerang sel kanker.

Terapi fotodinamik

Terapi radiasi dalam tahap lebih lanjut yang dilakukan dengan menembakan radiasi tertentu pada sel kanker yang sebelumnya telah mendapatkan pengobatan lebih awal untuk menjadikan sel sel kanker lebih sensitif terhadap radiasi. Sehingga radiasi dalam kadar rendah sudah cukup mematikan sel kanker. Metode ini banyak digunakan untuk atasi kanker melanoma mengingat lokasi kanker yang kebanyakan terbentuk di permukaan kulit yang terbuka.

 

Read More

Ini Tanda-Tanda Infeksi pada Luka, Cegah dengan Cara Ini!

Bagaimana cara mengatasi infeksi pada luka? Terdapat tanda-tanda luka yang menjadi infeksi, inilah yang harus segera ditangani dengan tepat agar tidak menjadi lebih parah atau bertambah serius.

Seperti diketahui, luka pada tubuh baik yang kecil maupun cukup dalam bisa mengalami infeksi, apabila tidak segera ditangani. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menangani luka tersebut. Untuk penjelasan detailnya, simak uraian dibawah ini.

Ciri-Ciri Luka Infeksi

Adapun ciri-ciri infeksi pada luka yang harus diwaspadai, agar tidak semakin memburuk seperti bengkak pada luka yang terus bertambah. Berikut ciri-ciri lainnya.

  • Kulit terasa hangat disekitar luka
  • Mengeluarkan cairan kuning atau hijau dari luka
  • Bau tidak sedap pada luka
  • Terdapat guratan merah di kulit sekitar luka
  • Demam dan menggigil
  • Sakit dan nyeri
  • Mual dan muntah

Jika luka sudah terjadi infeksi, maka obati dengan lebih hati-hati agar tidak semakin memperburuk luka tersebut. Bagaimana cara mengobati luka infeksi dengan tepat?

Cara Mengatasi Luka Infeksi

Apabila luka infeksi masih ringan maka bisa diobati sendiri di rumah, tetapi apabila luka tersebut infeksinya cukup parah, maka bisa diobati oleh dokter. Berikut cara penanganannya.

  1. Pastikan peralatan sudah bersih sebelum digunakan
  2. Cuci tangan terlebih dahulu dengan bersih.
  3. Bersihkan luka dengan air hangat mengalir beberapa menit
  4. Pastikan tidak ada kotoran disekitar luka
  5. Kemudian oleskan tipis-tipis dalep antiseptik pada luka
  6. Biarkan mengering dengan sendirinya sebelum menutupnya dengan kain kasa atau perban
  7. Rurin ganti perban setiaknya sekali sehari
  8. Hindari hydrohen peroxide atau iodine, bisa menyebabkan iritasi pada kulit pada sebagian orang
  9. Pakai antiseptik yang tepat sesuai dengan jenis kulit dan luka
  10. Apabila tidak menunjukan tanda-tanda penyembuhan dalak waktu 1 hingga 2 hari, periksakan ke dokter

Komplikasi Luka Infeksi

Apabila luka infeksi tidak ditangani dengan tepat maka bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, kemudian bisa menyebabkan komplikasi seperti diantaranya :

1. Selulitis

Infeksi pada lapisan dan jaringan kulit dalam, sehingga bisa menimbulkan pembengkakan dan nyeri, biasanya terjadi gejala seperti erupa demam, pusing, serta mual dan muntah.

2. Osteomielitis

Infeksi bakteri pada tulang, sehingga bisa menimbulkan gejala seperti nyeri, kemerahan, dan bengkak. Gejala kelelahan dan demam bisa dialami oleh penderita osteomielitis.

3. Sepsis

Reaksi kekebalan ekstrem yang kadang dapat terjadi saat infeksi memasuki aliran darah. Sepsis dapat menyebabkan kegagalan banyak organ dan mengancam jiwa.

4. Necrotizing fasciitis

Kondisi ketika infeksi bakteri menyebar ke lapisan fascial yang ada jauh di bawah kulit. Kondisi darurat medis yang bisa menyebabkan kerusakan kulit yang parah dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Nah, untuk mendapatkan informasi lengkapnya anda bisa kunjungi situs deherba.com https://www.deherba.com/luka-infeksi.html yang menyajikan artikel tentang kesehatan dan produk herbal alami bagi kesehatan tubuh. Blog ini sudah ada sejak 2012 dan artikel yang disajikan berdasarkan sumber terpercaya.

Read More