Kenali kulit sensitif dan bagaimana cara merawat kulit kita

Bagi sebagian orang pasti memiliki kulit sensitif yang mengakibatkan iritasi pada kulit. Iritasi pada kulit dapat berakibat berlebihan terhadap beberapa faktor. Kulit sensitif bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti suhu atau udara di sekitar kita  atau bahan kimia yang ada di dalam produk kosmetik.  Maka dari itu untuk mencegah reaksi kulit iritasi yang berlebih kita harus selalu merawat kulit kita dengan baik dan extra hati-hati.

Kenali-kulit-sensitif-dan- bagaimana-cara- merawat-kulit-kita

Orang yang memiliki kulit sensitif sering kali merasakan keluhan pada kulit, seperti ruam, gatal, kering, beruntusan, hingga rasa terbakar atau perih pada kulit. Keluhan-keluhan tersebut umumnya muncul setelah kulitnya terpapar zat tertentu, atau udara yang kering dan dingin.

 

Faktor Pemicu Keluhan Kulit Sensitif

Pemicu reaksi kulit sensitif berbeda-beda pada tiap orang. Beberapa faktor yang bisa jadi pemicunya adalah:

  • Gangguan kulit, seperti eksim, rosacea dan dermatitis kontak.
  • Polusi, seperti debu dan asap kendaraan.
  • Faktor lingkungan, misalnya paparan sinar matahari dan suhu dingin atau panas.
  • Sering mengganti produk kosmetik atau produk perawatan kulit.
  • Perubahan hormon, seperti saat menjelang menstruasi dan menopause.
  • Efek samping obat-obatan tertentu.
  • Stres dan cemas berlebihan.

Selain itu, kondisi ini juga bersifat genetik. Pemilik kulit sensitif biasanya juga memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kulit yang sensitif.

Perbedaan Alergi dengan Kulit Sensitif

Reaksi alergi pada kulit dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan, terasa gatal, perih, atau bengkak.

Sedangkan pada kulit sensitif, masalahnya bukan pada zat atau benda tertentu, melainkan seberapa banyak atau seberapa sering seseorang menggunakan suatu produk atau terpapar oleh zat tertentu.

Sebagai contoh, saat seseorang menggunakan produk yang mengandung serum vitamin C 10% yang merupakan suatu zat asam, kulitnya mungkin tidak merasakan keluhan atau reaksi tertentu. Namun saat ia menggunakan serum vitamin C 20% yang lebih asam, kulitnya mengalami iritasi.

Reaksi iritasi ini bukan disebabkan oleh alergi, namun karena sifat kimiawi pada produk tersebut terlalu keras untuk kulitnya. Inilah yang menimbulkan gejala kulit sensitif.

Perbedaan lain antara kulit sensitif dan alergi terdapat pada waktu munculnya reaksi. Reaksi alergi dapat muncul sesaat setelah terpapar suatu zat, atau bisa juga baru muncul beberapa waktu kemudian, sekitar 12-48 jam setelahnya. Sedangkan pemilik kulit sensitif akan langsung merasakan keluhan pada kulit setelah terpapar faktor pemicu.

Perawatan Tepat untuk Kulit Sensitif

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam merawat kulit sensitif

  1. Pilih produk yang ramah untuk kulit

Pemilik kulit sensitif perlu lebih berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit. Gunakanlah produk khusus untuk kulit sensitif yang umumnya mengandung lebih sedikit bahan kimia, lembut di kulit, dan tanpa wewangian. Biasanya produk ini berlabel “hypoallergenic”.

  1. Menjauhi bahan iritatif

Karena mudah mengalami reaksi, pemilik kulit sensitif perlu menghindari pemakaian produk yang mengandung bahan iritatif, seperti antibakteri, deterjen, benzoil peroksida, sulfur (belerang), glycolic acid, alkohol, dan retinoid.

  1. Sering memakai pelembap

Kulit sensitif rentan menjadi kering dan pecah-pecah. Untuk mencegah kulit kering, rajin-rajinlah mengoleskan pelembap setelah mandi. Umumnya, pelembap yang mengandung petrolatum, minyak mineral, asam linoleat, dimethicone, atau gliserin aman untuk kulit sensitif.

Selain itu, kamu juga bisa memilih pelembap dengan kandungan pseudo-ceramide di dalamnya. Nutrisi ini telah terbukti secara klinis dapat meningkatkan dan menjaga kelembapan kulit tubuh. Tak hanya itu, pseudo-ceramide juga terbukti dapat meredakan gejala gatal dan kemerahan yang terjadi pada kulit sensitif.

  1. Batasi waktu mandi

Mandi terlalu lama bisa membuat kulit mudah rusak. Oleh karena itu, orang yang kulitnya sensitif perlu membatasi waktu mandi, cukup selama 10 sampai 15 menit saja. Selain itu, disarankan juga untuk mandi menggunakan sabun yang sesuai dengan kondisi kulit kita dan tidak menggunakan air yang bersuhu terlalu dingin atau panas, melainkan air hangat. Agar selalu bisa mendapatkan air hangat setiap hari kalian bisa menggunakan Water Heater, dengan menggunakan water heater kamu tidak perlu khawatir terhadap kulit sensitifmu karna selalu bisa menggunakan air hangat.

  1. Batasi paparan sinar matahari dan gunakan tabir surya

Jika kulitmu sensitif terhadap paparan sinar matahari atau suhu panas, hindarilah paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama. Bila harus beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, kenakan pakaian tertutup, topi lebar, dan kaca mata hitam.

Pemilik kulit sensitif juga disarankan untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan berbahan katun. Pakaian berbahan ini dapat menyerap keringat, sehingga kulit dapat terhindar dari keringat dan iritasi.

Baca juga: Handal water heater

Setiap hendak memakai suatu produk untuk kulit, pemilik kulit sensitif perlu melakukan tes pada kulit terlebih dahulu. Caranya adalah dengan mengoles produk tersebut pada lengan, lalu membiarkannya beberapa saat. Jika kulit menjadi kemerahan, gatal, atau perih, berarti produk tersebut tidak cocok digunakan.