December 7, 2022

Cara Pola Hidup Sehat Agar Awet Muda

Tips Hidup Sehat Supaya Awet Muda

Mayoritas pembunuh iblis mempunyai gagak – jadi kenapa Zenitsu memperoleh burung pipit?

3 min read

Sesudah selamat minggu penyeleksian akhir, pelamar ke Korps Pembunuh Iblis diukur untuk seragam, dibolehkan untuk pilih bijih untuk pedang mereka dan dikasih rekan yang paling berpotensi – satu ekor burung yang hendak berperan sebagai pembawa pesan, memberitahu mereka mengenai visi mereka selanjutnya. Tetapi, melapis burung -burung ini dan ada pencilan yang terang antara garis bulu-bulu gagak mengkilat: Chuntaro the Sparrow, yang berperan sebagai burung pembawa pesan untuk Agatsuma Zenitsu. Tetapi kenapa Zenitsu terima rekan Sparrow? Jawabnya berada pada narasi rakyat Jepang lama.

Mayoritas pembunuh iblis mempunyai gagak – jadi kenapa Zenitsu memperoleh burung pipit?

Pemakaian gagak Messenger populer dalam mitologi Jepang. Menurut legenda tertentu, satu ekor gagak berkaki tiga dikirimkan dari surga ke pahlawan Jimmu dari dewi Amaterasu. Tiga kaki sebagai wakil karakter beberapa dewa: kebijakan, kebaikan dan keberanian. Gagak ini – Yatagarasu – terbang ke Jimmu dan memberikan instruksinya ke mana harus ke pertarungan, di mana dia ada sebagai juara. Dalam Demon Slayer, pemakaian gagak Messenger yang memberitahu anggota Korps Iblis tempat berperang bayar upeti ke Yatagarasu. Gagak secara umum ditujukan menjadi lambang pelindungan (belum juga mempunyai rasa arah yang hebat).

Sparrow, yang berlawanan dengan gagak, mempunyai peninggalan yang kurang untung, tetapi tersebut penyebabnya Zenitsu dan Chuntaro prima untuk keduanya, karena Zenitsu tidak sebagai wakil gagak pada awal dan kebalikannya akan tumbuh jadi karakter itu. Ia dikenalkan sebagai watak yang penting ditolong dari utang, sehingga ia tak perlu arif. Tetapi, ia ialah orang yang bagus, memperlihatkan ini dengan membuat perlindungan Nezuko dari Inosuke Hashibara saat ke-2 nya berjumpa pertama kalinya.

Meski begitu, ia kerap sembunyi dibalik mereka yang lebih kurang kuat dibanding ia dan terus berteriak -teriak mengenai bahaya mereka. Ia sudah pasti tidak berani. Tetapi, sebuah narasi rakyat Jepang yang disebutkan “The Story of the Cut-Tongue Sparrow” mengutarakan kenapa burung pipit itu justru diputuskan sebagai rekan yang cocok untuk Zenitsu saat dia masak.

Dalam narasi itu, ada penebang kayu tua dan istrinya yang serakah. Satu hari, penebang kayu itu mendapati burung pipit yang cedera dan memberikannya nasi, banyak kekuatiran istrinya (dan benar-benar cocok ingat bagaimana Zenitsu memberikan makan chuntaro). Di suatu hari si suami pergi, burung pipit makan pati saat istri tidak memberikannya makan, sehingga ia menggunting lidahnya dan membuangnya keluar rumah.

Saat si suami kembali, ia selekasnya pergi untuk mendapati burung pipit dan mendapati semua sarang pada mereka, yang menggabungkannya kembali sama yang ia menyelamatkan. Gudang tawarkan dua peti kayu, satu besar dan satu kecil. Jadi rendah hati dan sadar akan kebatasan fisiknya, penebang kayu bawa pulang dada kecil, cuma untuk ketahui jika itu sarat dengan harta. Istrinya segera keluar untuk mendapati burung pipit dan ambil dada besar. Tidak sabar untuk ada di rumah, ia buka peti sekalian jalan dan mendapatinya sarat dengan ular dan kengerian yang lain, yang mengakibatkan ia mengagetkan dan jatuhkan tebing.

Sementara cerita itu mempunyai beberapa kepribadian, yang paling berkaitan dengan Zenitsu ialah peti harta karun. Zenitsu tidak mempunyai kepercayaan pada kekuatannya, secara metaforis pilih peti kecil untuk dirinya. Tetapi, walau dia cuma kuasai sesuatu pernafasan guntur, tehniknya lumayan kuat untuk jatuhkan setan yang lumayan kuat. Ia , sama seperti yang dipastikan awalnya, murah hati – satu karakter yang bermanifestasi saat ia tumbuh dengan optimis dan memperlihatkan khususnya dalam langkah ia bertahan untuk anak -anak dan menuntut iblis Daki mohon maaf karena sakiti seorang gadis muda.

Dengan lain, Zenitsu bisa disaksikan sebagai dada kecil tersebut – suatu hal yang tidak ada yang ada terkecuali gurunya menyaksikan kekuatan tapi mendapati harta karun didalamnya. Sparrow tersebut sebagai lambang komune, kebaikan dan peruntungan, dan kesediaan Chuntaro untuk tetap bertahan sebagai rekan yang setia kemungkinan sama seperti yang diperlukan Zenitsu sebagai pengingat jika dia saat ini mendapatkan support dalam perjalanannya.

Sekalian melihat pembunuh iblis dilecehkan oleh satu ekor burung pipit kecil sudah pasti pinjamkan kecerobohan ke seri yang menjadi sangat gelap, Zenitsu dan Chuntaro terpasangkan dengan lebih dari sekedar kontribusi komik. Chuntaro ialah lambang atas sesuatu yang dipercaya oleh Zenitsu sebagai apakah yang dia punyai menjadi, dan itu janjikan hal -hal besar untuk pengecut warga seri ini.

 

 

Baca Anime di manhwaindo

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.