May 25, 2022

Cara Pola Hidup Sehat Agar Awet Muda

Tips Hidup Sehat Supaya Awet Muda

Peraturan Terbaru Exportir Sonokeling

2 min read

Direktur KKH (Konservasi Keanekaragaman Hayati) Ditjen KSDAE Kementerian LHK, dalam surat NO : S.1216/KKH/MJ/KSA.2/12/ TH 2016 pada tanggal 28 Desember tahun 2016 terkait Pemanfaatan Peredaran Sonokeling ke luar negeri mengungkapkan bahwa mulai dari 2 Januari tahun 2017 semua kegiatan pemanfaatan ekspor kayu memiliki aturan baru.

Exportir Sonokeling wajib mengikuti sistem perdagangan luar negeri CITES, yakni harus diliput menggunakan dokumen SATSLN CITES atau Surat Angkut Tumbuhan & Satwa Liar ke luar negeri.

Pelaksanaan tersebut mengikuti surat Keputusan dari Menteri Kehutanan mengenai Tata Usaha Penangkapan / Pengambilan & Peredaran Tumbuhan serta Satwa Liar. Adapun untuk penerapan dalam negeri, masih perlu menunggu hasil pembahasan dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan serta stake holder yang bersangkutan.

Pemberlakukan peraturan tersebut mendapatkan tanggapan yang positif dari pelaku usaha Sonokeling. Mereka adalah eksportir serta pedagang dalam negeri yang berbondong-bondong hadir ke Balai KSDA di Jawa Tengah guna berburu informasi sekaligus penjelasan terkait tata usaha peredaran Sonokeling terbaru.

Sesudah mengetahui informasi terkait peraturan tersebut, pelaku usaha segera melengkapi sekaligus mengurus surat perizinan perdagangan kayu Sonokeling baik dalam negeri ataupun luar negeri. Walaupun untuk kasus perizinan dalam negeri sendiri masih belum diwajibkan namun kedepannya peraturan tersebut pasti juga akan diberlakukan.

Sampai sekarang tercara di KSDA Jawa Tengah sudah terbit perizinan peredaran Sonokeling ke luar negeri mencapai 24 perusahaan serta izin peredaran Sonokeling dalam negeri berjumlah 24 perusahaan.

Pelaku perusahaan tersebut berasal dai wilayaah Jateng yang meliputi Kota Boyolali, Semarang, Klaten, Jepara, Kebumen, Rembang, Wonogiri, Purworejo, Banyumas, Purwokerto dan Sragen.

Dalam rangka menawarkan pelayanan pada masyarakat berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapkan, Balai KSDA Jawa Tengah mengadakan sosialisasi pada para stake holder mengenai masuknya kayu Sonokeling pada appendix II CITES.

CITES merupakan perjanjian Internasional dari berbagai negara yang mengkombinasikan antara instrumen hukum yang mengikat dan tema hidupan liar untuk mencapai tujuan kegiatan perdagangan internasional secara berkelanjutan.

Appendix II adalah TSL yang meliputi berbagai jenis yang sekarang ini masih belum terancam punah akan tetapi perdangan yang dilakukan perlu dikontrol supaya tidak terancam punah. Selain itu, perdagangan internasional juga masih diperbolehkan namun dengan pembatasan kuota.

Peraturan tersebut berlaku sesuai dengan notifikasi CITES pada tanggal 7 November tahun 2016 serta 14 November tahun 2016 tentang Amandment to Appendices I and II Convention. Peraturan ini diadopsi COP 17 CITES pada tanggal 24 September hingga 4 Oktober tahun 2016 bertempat di Johannesburg Afrika Selatan.

Disana disebutkan bahwa berbagai tanaman berjenis Sonokeling sudah masuk dalam Appendix II CITES.

Karena pentingnya perizinan perdagangan Sonokeling, maka bagi anda yang juga pelaku usaha Sonokeling diharapkan untuk memilikinya. Anda bisa mempercayakan pengurusan perizinan perdagangan Sonokeling pada PT. Jangkar Global Groups. Dan juga merupakan salah satu biro jasa pembuatan visa ter Dengan demikian anda bisa menjalankan usaha dengan aman, nyaman dan lancar.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.