Perbandingan Kalender Masehi dan Kalender Hijriah

Perbandingan Kalender Masehi dan Kalender Hijriah

Kalender Masehi vs Kalender Hijriyah

Sumber: laceyminx.com

Kamu tentu mengenali kalau terdapat sebagian tipe kalender yang digunakan di bumi ini, bukan? Salah 2 yang sangat banyak digunakan di Indonesia merupakan kalender Masehi dan kalender Hijriah. Apa perbandingan antara kedua tipe kalender tersebut?

Guna dan Perbandingan Kalender Masehi dan Kalender Hijriah

Perhitungan 2 tipe kalender ini berbeda, sebab memanglah didasarkan pada 2 perihal yang berbeda. Bila kalender Masehi dihitung bersumber pada perputaran bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi), hingga kalender Hijriah dihitung bersumber pada perputaran bulan mengelilingi bumi (revolusi bulan).

1. Kalender Masehi

Dikutip dari novel Seri Pintar Tangkas-IPS kelas 6 semester 2, X Kanopi, (2013: 75), dihitung bersumber pada revolusi bumi, hingga kalender ataupun tahun Masehi diucap pula selaku tahun syamsiah ataupun tahun matahari.

Satu hari merupakan jumlah waktu yang dibutuhkan oleh bumi buat berotasi pada porosnya. Sebaliknya satu tahun merupakan jumlah waktu yang dibutuhkan bumi buat mengelilingi matahari. Satu tahun revolusi sendiri sama dengan 365, 25 hari.

Pemakaian kalender Masehi dan 1 tahun sama dengan 365 hari disahkan di masa kejayaan Kerajaan Romawi, tepatnya pada masa pemerintahan Julius Caesar.

Sebaliknya 1/4 hari yang terkumpul sepanjang 4 tahun ataupun sama dengan 1 hari itu ditambahkan ke bulan Februari yang cuma terdiri dari 28 hari.

Semenjak dikala itu, tiap 4 tahun sekali, bulan Februari mempunyai 29 hari ataupun yang biasa diucap selaku tahun kabisat. Tahun kabisat sendiri terjalin apabila sesuatu tahun habis dipecah 4, misalnya pada tahun 2012, 2016, dan tahun 2020.

Satu tahun Masehi dipecah jadi 12 bulan dengan jumlah hari di dasar ini:

  • Januari: 31 hari
  • Februari: 28 ataupun 29 hari
  • Maret: 31 hari
  • April: 30 hari
  • Mei: 31 hari
  • Juni: 30 hari
  • Juli: 31 hari
  • Agustus: 31 hari
  • September: 30 hari
  • Oktober: 31 hari
  • November: 30 hari
  • Desember: 31 hari

2. Kalender Hijriah

Diucap pula selaku kalender alias tahun bulan, tahun Hijriah dihitung bersumber pada lama bulan mengitari bumi. Sebab itu pula, tahun yang satu ini pula diketahui selaku tahun komariah ataupun tahun Islam.

Revolusi bulan mengelilingi bumi sendiri memerlukan waktu dekat 29, 5 hari. Perihal itu membuat 1 tahun hijriah terdiri dari 354 hari.

Di dalam perhitungan penanggalan, diadakan pembulatan, sehingga di dalam kalender Hijriah, jumlah hari di tiap bulan selang-seling di antara angka 29 dan 30, kecuali buat bulan Zulhijah.

Tahun kabisat Hijriah terdiri dari 355 hari dan dihitung tiap 30 tahunan semenjak tahun itu diresmikan, ialah pada tahun 638 Masehi. Di tahun kabisat Hijriah, jumlah hari di dalam bulan Zulhijah merupakan 30 hari.

Bersumber pada perihal itu, hari-hari besar Islam tiap tahunnya senantiasa beralih lebih dini 11 hari pada tahun Hijriah biasa dan 12 hari pada tahun kabisat Hijriah.

Sepanjang 30 tahun, terdapat 11 tahun kabisat, ialah pada tahun ke-2, ke-5, ke-6, ke-10, ke-13, ke-16, ke-18, ke-21, ke-24, ke-26, dan tahun ke-29.

Bila sesuatu tahun hijriah dipecah 30 dan menyisakan angka-angka di atas, hingga tahun itu ialah tahun kabisat.

Satu tahun Hijriah dipecah jadi 12 bulan dengan jumlah hari di dasar ini:

  • Muharam: 29 hari
  • Safar: 30 hari
  • Rabiul Dini: 29 hari
  • Rabiul Akhir: 30 hari
  • Jumadil Dini: 29 hari
  • Jumadil Akhir: 30 hari
  • Rajab: 29 hari
  • Syaban: 30 hari
  • Ramadan: 30 hari
  • Syawal: 30 hari
  • Zulkaidah: 29 hari
  • Zulhijah: 29 ataupun 30 hari

Guna dari kalender bukan cuma semata-mata penanggalan ataupun penentuan hari-hari. Era saat ini, kalender pula berperan selaku media promosi sesuatu industri, merk dagang apalagi pula media buat menghadirkan seorang dalam ajang politik, sosial budaya dan sebagainya.

Referensi: Kumparan.com