Semua Pemain Sepak Bola di Liga 1 Kompak Posting Tentang Kompetisi

Kompetisi Bakal Diputar September Nanti, Masih Ingat dengan Posisi Klasemen Liga 1 Indonesia?

Para pemain sepak bola di Indonesia mem-posting keluhan mereka pada akun sosial terutama Instagram dan Facebook. Hampir semua pemain dari klub kontestan Liga Indonesia, pemain lokal dan asing melakukan hal yang sama pada Kamis ( 07/1/2021) malam.

  1. Serempak Posting yang Sama

Serempak mem-posting dengan kalimat yang sama yaitu “Membayangkan negara palimg fanatis dengan sepak bola, tapi tak memiliki kompetisi sepak bola”. Postingan ini juga diakhiri dengan tagar #AyoMainLagi. Sampai sekarang hastag itu telah digunakan sampai ribuan postingan. Ini karena penghentian kompetisi pertengahan Maret 2020. Aksi ini muncul karena ada kabar jika cabang olahraga lainnya seperti Basket dan voli mendapatkan izin penyelengaraan dari Polri. Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo memastikan aksi masal postingan sama dari semua pemain profesional itu menandakan adanya kegundahan.

“Boleh jadi ini puncak dari kekecewaan para pemain karena hingga detik ini liga tak juga berputar di Indonesia,” kata Kesit Budi Handoyo kepada Bola.com, Jumat (08/1/2021).

“Apa yang disampaikan banyak pemain melalui akun mereka masing-masing bisa jadi wujud kekesalan dan kegalauan mereka selama ini karena sepak bola di Indonesia belum juga bisa dimainkan karena alasan pandemi COVID-19,” tambahnya.

  1. Ada Pesan yang Ingin Disampaikan

Kesit Budi Handoyo mengatakan ada pesan yang ingin disampaikan para pemain kepada pihak yang bertanggung jawab terhadap jalannya liga 1 Indonesia, seperti PSSI, PT LIB, dan pemerintah dalam hal ini pihak pemberi izin yaitu Polri.

“Ini bisa juga merupakan tekanan yang coba diberikan para pemain terhadap pihak-pihak di atas agar segera memberikan kepastian kapan sepakbola di negeri ini bisa kembali dimainkan,” ujarnya.

Sebagai negara yang penduduknya sangat menyukai sepakbola liga tidak dapat berjalan. Padahal di negara lain masih diselenggarakan padahal masih ada pandemic Covid-19.

“Hanya saja mereka sudah berani memutar kompetisi dengan aturan prokes yang sangat ketat. Diharapkan Indonesia pun demikian,” Ujar Kesit Budi Handoyo.