October 1, 2022

Cara Pola Hidup Sehat Agar Awet Muda

Tips Hidup Sehat Supaya Awet Muda

Tiga Masalah Yang Sering Dialami Septic Tank dan Cara Menyelesaikannya

2 min read

3 Permasalahan yang Sering Dialami Septic Tank dan Cara Mengatasinya

 

Kaksdelat.org : Septic tank atau tangki septik ialah tempat untuk memuat seluruh air dan limbah dari rumah tangga. Untuk itu, penting mempertahankan septic tank tetap kondusif dan berfungsi baik demi menciptakan rumah menjadi amis. Namun, dilansir dari The Pink Plumber, ada tiga problem umum yang kerap terjadi pada septic tank mirip berikut ini.

Mampet

Masalah pertama yang kerap terjadi pada septic tank adalah mampet. Untuk mengtasinya, gunakan pompa tangki biasa. Frekuensi penyedotan septic tank bergantung pada jumlah anggota keluarga dan seberapa sering menggunakan pipa ledeng. Namun, kebanyakan tukang ledeng mengusulkan untuk menyedot septic tank setiap tiga sampai lima tahun.

Retak

Selanjutnya, problem yang kerap dialami septic tank yakni keretakan. Ini mampu sebab terkena akar pohon di halaman rumah. Akar pohon dapat menciptakan pondasi dan jalur menuju pintu rumah menjadi retak. Septic tank yang retak mampu menjadikan air limbah bocor ke persediaan air tanah sehingga mencemari sumber air bersih, mmencemari lingkungan, serta mempunyai dampak negatif pada kesehatan hewan liar di sekitar rumah Anda.

Bocor

Kebocoran menjadi duduk perkara yang umum terjadi pada septic tank, entah itu sebab retakan dari akar pohon atau hal yang lain. Jika rumah berumput, salah satu tanda dari septic tank bocor ialah rumput terlihat berwarna hijau gila dan teksturnya menjadi halus seperti spons. Hal ini karena air limbah sudah merembes ke halaman rumah.

Cara merawat septic tank Guna menyingkir dari tiga dilema lazim yang terjadi pada septic tank, lakukan perawatan dengan memperhatikan sejumlah hal berikut ini. Pantau pemakaian air Pertama, pantau penggunaan air sehari-hari. Jika sering mencuci busana atau piring secara berlebih, mampu mengisi septic tank lebih cepat dari biasanya dan menjadi terlalu penuh.

Jangan buang barang yang merepotkan diurai

Selanjutnya, jangan mencampakkan barang-barang yang tidak dapat terurai secara hayati ke saluran pembuangan atau toilet mirip tisu dapur, popok, produk atau tisu sanitasi, benang gigi, dan ampas kopi.

Hindari materi kimia keras Hindari menggunakan materi kimia keras dan terlampau banyak detergen. Detergen sering memakai bahan bernama surfaktan. Bahan ini tidak sesuai dengan air tanah dan banyak septic tank. Bahan kimia lain seperti pembersih kanal pembuanganserta pembersih rumah tangga lainnya mampu turut serta melarutkan pipa dan merusak septic tank.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.